Selasa, 11 Juni 2013

CALON PENGURUS DPP (DEWAN PASTORAL PAROKI) ST. YUSUP DIBEKALI

Dewan Pastoral Paroki St. Yusup Kotabaru, hari Sabtu, 8 Juni sampai dengan Minggu, 9 Juni 2013 mendapatkan pembekalan menghadapi tugas mulia yang akan diberikannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Hotel Kartika Lantai 3, dengan narasumber Pastor Deken Wilayah Timur, Rm. Wahyuliana, CM. Kegiatan yang digagas oleh Pastor Paroki ini diikuti oleh 45 calon pengemban tugas Pengurus Dewan Pastoral Paroki dengan tema : PERWAKILAN RASUL AWAM DALAM PUSARAN HIDUP MENGGEREJA.
Sessi awal dari kegiatan ini Peserta diingatkan kembali akan tugas pelayanan yang diberikan oleh Yesus sejak seseorang dibabtis. Ketika dibabtis seseorang secara otomatis diberikan tugas sebagai Imam, Raja, dan Nabi, demikian diungkapkan oleh Pastor Wahyu. Oleh sebab itu seorang yang telah dibabtis ambil bagian dalam tugas pelayanan Gereja secara Universal. Hal-hal praktis yang sering kita tidak sadari adalah ketika sudah babtis seseorang seharusnya bisa menjadi Imam akan yang lain, maksudnya memimpin orang lain berdoa, beribadat dll. Juga melakukan perbuatan yang teladankan oleh Yesus sebagai tugas kenabian karena menjadi penyambung lidah Allah. Dan sebagai Raja, seseorang di ingatkan akan kepemimpinan.
Pembekalan dengan narasumber tunggal ini berlangsung dengan penuh akrab dengan setiap sessi diberikan waktu tanya jawab. Dalam kesempatan itu banyak peserta yang memanfaatkan waktu itu dengan berbagai sharing dan juga pertanyaan.
Sessi berikutnya lebih ditekankan perihal struktur DPP dan tugas-tugas yang menyertainya. Dari paparan yang disampaikan oleh Rm. Wahyu DPP sebaiknya mempunyai Job Deskribtion berkenaan dengan tugas pokok dan fungsinya. Sehingga dalam menjalankan kegiatan ada dasar yang dipakai, hal ini untuk menghindari terdoublingnya kegiatan dan juga fungsinya. Pembuatan program kegiatan DPP didasarkan atas hal tersebut. 
Misa perutusan dilaksanakan juga di Aula Hotel bersama Rm Wahyuliana, CM.



Senin, 03 Juni 2013

KOMUNI KUDUS UNTUK PERTAMA BAGI 16 ANAK DI GEREJA KATOLIK ST. YUSUP KOTABARU

Misa Kudus yang dipimpin langsung oleh Pastor Paroki : Rm Silvasius Jehaman, CP.
Misa kudus yang dimulai pada pukul 09.00 Wita itu memang tidak biasa. Karena ada arak-arakan anak-anak calon Komuni Pertama sejumlah 16 anak, terdiri dari 6 anak perempuan dan 10 anak laki-laki beserta orang tuanya.
Ekaristi kudus tersebut berlangsung meriah dengan diiringi paduan suara anak-anak SDK Santa Maria Kotabaru, sebagai teman dan sahabat bagi sebagian calon komuni kudus ini. Umat yang mengikuti misa kudus inipun sangat banyak dan penuh sesak, apalagi gereja katolik St. Yusup Kotabaru sangatlah kurang mendukung untuk sejumlah umat yang hadir.
Dalam Ekaristi tersebut Pastor Paroki menekankan betapa pentingnya Komuni Kudus dalam Inisiasi Kristen. Dalam homili tersebut Pastor Sil juga menyampaikan beberapa keajaiban Ekaristi di beberapa tempat di dunia.

Setelah Perjamuan Ekaristi ada ramah tamah  bersama pengurus Dewan Pastoral Paroki, Ketua-ketua KBG dan tokoh umat.

Minggu, 12 Mei 2013

PESAN BAPA PAUS DALAM RANGKA HARI KOMSOS SEDUNIA KE-47, TANGGAL 12 MEI 2013


Jejaring Sosial: Pintu  kepada Kebenaran dan Iman, Ruang Baru untuk Evangelisasi
 
Menjelang Hari Komunikasi Sosial Sedunia tahun 2013 ,saya ingin menyampaikan beberapa permenungan mengenai suatu kenyataan  yang  semakin penting tentang cara  manusia sezaman berkomunikasi di antara mereka. Saya ingin mencermati perkembangan jejaring sosial digital yang membantu menciptakan “agora” baru, suatu alun-alun publik tempat manusia berbagi gagasan, informasi dan pendapat, dan yang dalamnya  relasi-relasi dan bentuk-bentuk komunitas baru dapat terwujud.
Ruang-ruang tersebut – bila dimanfaatkan secara  bijak dan berimbang- membantu memajukan berbagai bentuk dialog dan debat yang, bila dilakukan dengan penuh hormat dan memerhatikan privasi, bertanggungjawab dan jujur, dapat memperkuat ikatan kesatuan di antara individu-individu dan memajukan kerukunan keluarga manusiawi secara berdaya-guna. Pertukaran informasi dapat menjadi komunikasi yang benar, relasi-relasi dapat mematangkan pertemanan, koneksi-koneksi dapat mempermudah  persekutuan.  Bila jejaring sosia terpanggil untuk mewujudkan potensi besar ini, orang-orang yang  terlibat di dalamnya harus berupaya menjadi otentik , karena di dalam ruang itu,  orang tidak hanya berbagi gagasan dan informasi, tetapi pada akhirnya orang mengkomunikasikan dirinya sendiri.
Perkembangan jejaring sosial menuntut komitmen:  orang melibatkan diri di dalamnya untuk membangun relasi dan menjalin persahabatan, mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dan  mencari hiburan, tetapi juga dalam menemukan dorongan intelektual serta berbagi pengetahuan dan keterampilan. Jejaring sosial semakin menjadi bagian dari tatanan masyarakat sejauh menyatukan orang dengan berpijak pada kebutuhan dasar. Jejaring sosial dengan demikian terpelihara oleh aspirasi yang  tertanam dalam hati manusia.
Budaya jejaring sosial dan perubahan dalam sarana  dan gaya berkomunikasi membawa tantangan bagi mereka yang ingin berbicara tentang kebenaran dan nilai. Seringkali, sama halnya dengan sarana-sarana komunikasi sosial yang lain, makna dan efektifitas berbagai bentuk ekspresi nampaknya lebih ditentukan oleh popularitasnya ketimbang kepentingan hakiki dan nilainya. Pada gilirannya, popularitas seringkali lebih melekat pada ketenaran ataupun strategi persuasi  daripada  logika argumentasi. Kadangkala suara lembut dari pikiran dikalahkan oleh membludaknya informasi yang berlebihan dan gagal menarik perhatian pada apa yang disampaikan kepada orang yang mengungkapkan diri secara lebih persuasif. Dengan demikian, media sosial membutuhkan  komitmen dari semua orang yang menyadari nilai dialog, debat rasional dan argumentasi logis dari orang-orang yang berusaha keras membudidayakan bentuk-bentuk wacana dan pengungkapan  yang menggerakkan aspirasi luhur dari orang-orang yang terlibat dalam proses komunikasi. Dialog dan debat dapat juga berkembang dan bertumbuh ketika kita berbicara  dengan dan sungguh-sungguh  menghargai orang-orang yang gagasan-gagasannya berbeda dengan  kita. “Mengingat kenyataan keragaman budaya, perlulah memastikan bahwa  manusia  bukan saja mengakui keberadaan budaya orang lain tetapi juga bercita-cita diperkaya olehnya dan menghargai segala yang baik, benar dan indah”( Pidato pada Pertemuan dengan Dunia Budaya, Belem, Lisabon, 12 Mei 2010).
Tantangan yang dihadapi oleh jejaring sosial adalah bagaimana benar-benar menjadi inklusif: dengan demikian mereka memperoleh manfaat dari peran serta  penuh dari orang-orang beriman yang ingin berbagi amanat Yesus dan nilai martabat manusia yang dikemukakan melalui pengajaran-Nya. Kaum beriman semakin menyadari bahwa  kalau Kabar Baik tidak diperkenalkan juga di dalam dunia digital, ia akan hilang dalam pengalaman banyak orang yang menganggap ruang eksistensial ini penting. Lingkungan digital bukanlah sebuah dunia paralel  atau murni virtual, tetapi merupakan bagian dari pengalaman keseharian banyak orang teristimewa kaum muda. Jejaring sosial adalah hasil  interaksi manusia akan tetapi pada gilirannya, ia memberikan bentuk baru terhadap dinamika komunikasi yang membangun relasi: oleh karena itu pemahaman yang mendalam tentang lingkungan ini merupakan prasyarat untuk suatu kehadiran yang bermakna.
Kemampuan untuk menggunakan bahasa baru dituntut,  bukan terutama untuk menyesuaikan diri dengan gaya hidup sezaman, tetapi justru untuk memampukan kekayaan tak terbatas dari Injil menemukan bentuk-bentuk pengungkapan yang mampu menjangkau pikiran dan hati semua orang.  Di dalam lingkungan digital, perkataan tertulis sering disertai dengan gambar dan suara. Komunikasi yang efektif seperti yang terungkap dalam perumpamaan Yesus memerlukan pelibatan imaginasi dan kepekaan emosional  mereka yang ingin kita ajak untuk berjumpa dengan misteri kasih Allah.  Disamping itu kita mengetahui bahwa tradisi Kristiani selalu kaya akan tanda dan simbol: Saya berpikir, misalnya, salib, ikon, Patung Perawan Maria, kandang natal, jendela kaca berwarna-warni dan lukisan-lukisan di dalam gereja kita. Suatu bagian bernilai dari khazanah artistik umat manusia telah diciptakan oleh para seniman  dan musisi yang berupaya untuk mengungkapkan kebenaran iman.
Dalam jejaring sosial,  orang beriman menunjukkan kesejatiannya dengan berbagi sumber terdalam dari harapan dan kegembiraan mereka: iman kepada Allah pengasih dan penyayang yang terungkap dalam Kristus Yesus.  Wujud berbagi ini tidak hanya terdiri dari ungkapan iman yang eksplisit, tetapi juga dalam kesaksian mereka, dalam cara  mereka mengkomnikasikan “pilihan, preferensi, penilaian yang sungguh sesuai dengan Injil, bahkan bila tidak disampaikan secara ekspisit” (Pesan untuk Hari Komunikasi Sedunia 2011). Suatu cara yang secara khusus bermakna dengan memberikan kesaksian  serupa terjadi melalui kerelaan untuk mengorbankan diri kepada orang lain seraya menanggapi pertanyaan dan keraguan  mereka dengan sabar dan penuh hormat tatkala mereka mencari  kebenaran dan makna eksistensi manusia. Dialog yang berkembang dalam jejaring sosial tentang iman dan kepercayaan menegaskan penting dan relevannya agama di dalam debat publik dan dalam kehidupan masyarakat. Bagi mereka yang telah menerima  karunia iman dengan hati yang terbuka, jawaban yang paling radikal akan pertanyaan manusia tentang kasih, kebenaran dan makna hidup- pertanyaan – pertanyan serupa yang tentu tidak absen dari jejaring sosial – ditemukan dalam pribadi Yesus Kristus. Wajar  bahwa mereka yang memiliki iman  ingin berbagi dengan orang yang mereka jumpai dalam forum digital dengan rasa hormat dan bijaksana. Namun pada akhirnya, jika upaya kita untuk berbagi Injil menghasilkan buah yang baik,  hal itu selalu dikarenakan oleh kekuatan sabda Allah itu sendiri yang menyentuh hati banyak orang mendahului segala usaha dari pihak kita. Percaya pada kekuatan karya Allah harus selalu lebih besar daripada kerpecayaan apa saja yang kita letakan pada  sarana-sarana manusia.  Dalam ruang lingkup digital, juga, dimana suara yang tajam dan memecahbelah dibesar-besarkan  dan  dimana sensasionalisme menang,  kita diundang untuk berlaku arif, penuh kehati-hatian. Dalam hal ini hendaklah kita ingat bahwa Eliyah mengenal suara Allah tidak dalam angin yang besar dan kuat, tidak melalui gempa bumi dan api tetapi dalam hembusan angin  sepoi-sepoi” (1 Raj 19:11-12). Kita perlu percaya bahwa  kerinduan mendasar manusia untuk mengasihi dan dikasihi  dan untuk menemukan makna dan kebenaran -sebuah kerinduan yang Allah sendiri tanamkan dalam hati setiap laki-laki dan perempuan-  menetap di zaman kita ini,   selalu dan setidak-tidaknya terbuka kepada apa yang Beato Kardinal Newmann sebut ‘ cahaya ramah’ dari iman.
Jejaring sosial, dengan menjadi sarana  Evangelisasi dapat juga menjadi faktor dalam pembangunan manusia. Sebagai contoh, dalam konteks geografis dan budaya dimana orang Kristiani merasa terisolasi,  jejaring sosial dapat memperkuat  rasa kesatuan nyata dengan komunitas kaum beriman di seluruh dunia. Jejaring sosial mempermudah orang berbagi sumber-sumber rohani dan liturgi, menolong orang untuk berdoa dengan perasaan kedekatan  bersama mereka yang mengaku iman yang sama. Suatu keterlibatan yang sejati dan interaktif dengan pertanyaan dan keraguan dari mereka yang berada  jauh dari iman seharusnya membuat kita merasa perlu untuk memelihara iman kita  melalui doa dan permenungan, iman akan Allah serta amal kasih kita: ” Walaupun saya berbicara dengan bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi apabila aku tidak mempunyai kasih, aku adalah gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing”. (1 Kor 13:1)
Di dalam dunia digital terdapat jejaring-jejaring sosial yang memberikan peluang-peluang sezaman untuk berdoa, meditasi, dan berbagi firman Allah. Akan tetapi jejaring sosial itu dapat juga membuka pintu terhadap dimensi lain dari iman. Banyak orang benar-benar menemukan, tepatnya berkat kontak awalnya di internet, pentingnya pertemuan langsung, pengalaman komunitas-komunitas dan  bahkan peziarahan, unsur-unsur yang  senantiasa penting dalam perjalanan iman. Dalam upaya untuk membuat Injil hadir dalam dunia digital, kita dapat mengundang orang untuk datang bersama-sama untuk berdoa dan perayaan liturgi di tempat-tempat tertentu seperti gereja dan kapel. Seharusnya tidak  kekurang kobersamaan atau kesatuan dalam pengungkapan iman kita dan dalam memberikan kesaksian tentang Injil di dalam realitas apa saja dimana kita hidup entah itu fisik atau digital. Kita  kita berada bersama orang lain, selalu dan dengan cara apapun, kita dipanggil untuk memperkenalkan kasih Allah hingga ujung  bumi.
Saya berdoa agar Roh Allah mendampingi dan senantiasa menerangi kamu, dan dengan seggenap hati saya memberkati kamu sekalian, agar kamu benar-benar mampu menjadi bentara-bentara  dan saksi-saksi Injil.” Pergilah ke seluruh dunia, beritakan Injil kepada segala mahkluk” (Mrk 16:15)
 
Vatikan, 24 Januari 2013
Pesta Santo Frasiskus de Sales
BENEDICTUS XVI

Rabu, 01 Mei 2013

Bulan Maria

Kotabaru, 1 Mei 2013, Perayaan Ekaristi yang berlangsung di Gereja Katolik St. Yusup Kotabaru Pulau Laut, dimulai pada pukul 16.00 Wita. Perayaan ekaristi ini merupakan perayaan pembukaan Bulan Maria yang merupakan agenda umat Katolik Dunia. Perayaan yang dipimpin oleh Pastor Silvanus Jehaman, CP berjalan khidmat dengan diawali doa Rosario Peristiwa Mulia. Petugas liturgi di percayakan kepada Legio Maria, sebab Legio Maria sebuah kelompok kerasulan awam Katolik yang melayani Gereja Katolik secara sukarela. Legio Maria berjuang di bawah panji-panji Santa Maria Tak Bernoda dengan bersenjatakan doa-doa, sehingga semangat Bunda Maria adalah nafas dalam seluruh kegiatan yang dilakukan oleh Legion.
Dalam Homilinya Pastor Sil menyampaikan tentang Dogma Maria dalam Gereja Katolik. Gereja Katolik menempatkan Maria sebagai perantara dan bukan menggantikan posisi Allah. Pastor Sil berharap umat Katolik dapat meneladan Bunda Maria seperti dalam doanya ketika didatangi malaikat Tuhan " Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanMu". (Fiat Voluntas Tua).
Harapan berikutnya adalah setiap keluarga mempunyai waktu untuk berdoa Rosario di manapun mereka berada.

Minggu, 28 April 2013

KUNJUNGAN KANONIK DARI KURIA KEUSKUPAN

Misa bersama Mgr. Petrus Boddeng Timang, Pr
Kotabaru, 26 April 2013. Merupakan agenda rutin Pejabat Keuskupan mengunjungi Paroki-paroki diwilayah pelayanannya. Termasuk juga Keuskupan Banjarmasin, agenda tahunan tersebut dilaksanakan secara rutin juga. Dalam Kunjungan Kanonik tersebut hadir Mgr. Petrus Boddeng Timang, Pr, Pastor Simon Edy Kabul Santoso selaku Ekonom Keuskupan dan Pastor Sony selaku Sekretaris Keuskupan. Agenda Kunjungan berlangsung mulai hari Jumat, 26 April 2013 dimulai di Komunitas Suster SPM (Santa Perawan Maria) yang merupakan satu-satunya biara yang berada di Paroki St. Yusup Kotabaru yang melayani bidang Pendidikan Pra sekolah : play group, TK (Taman Kanak-kanak) Yos Sudarso dan Pendidikan Dasar (SD) Santa Maria, kemudian hari Sabtu, 27 April 2013 berlanjut dengan pertemuan bersama Pengurus DPP (Dewan Pastoral Paroki) St. Yusup Kotabaru bertempat di Aula Pastoran "Damai Bagimu" jl. Veteran tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan persaudaraan.
Momen perjumpaan DPP dengan Mgr. Boddeng Timang dimanfaatkan dengan optimal, mengingat perjalanan usia Paroki St. Yusup Kotabaru yang ke-32. Hal ini memicu berbagai pihak untuk berbenah, karena Paroki St. Yusup sudah melahirkan 2 paroki baru yaitu Paroki St. Vincencius A Paulo Batulicin, Tanah Bumbu, dan Paroki Stella Maris Sungai Danau, Tanah Bumbu juga. Dengan usia yang cukup dewasa dirasa sudah banyak hal yang menjadi pengalaman sekaligus pemicu untuk lebih bersemangat lagi dalam bermisi ditengah masyarakat yang multi etnis dan multi Agama.
Dalam sharing dan wawan hati dengan Kuria Keuskupan, anggota DPP diberi kesempatan untuk memahami akan situasi dan kondisi geografis pelayanan Pastoral di wilayahnya. Dalam paparan Pastor Silvanus Jehaman, CP sebagai Pastor Paroki St. Yusup Kotabaru, wilayah yang dilayani meliputi 8 Stasi dan 6 KBG serta 1 wilayah pelayanan terdiri atas Stasi Lontar, Stasi Sambega, Stasi Tarjun, Stasi Batu Ampar, Stasi Batu Mulia, Stasi Geronggang, Stasi Gunung Aru, Stasi Stagen, wilayah pelayanan Sebuku. Untuk KBG terdiri atas KBG Maria, KBG Matius, KBG Markus, KBG Katarina, KBG Petrus dan KBG Paulus. Dilihat dari Stasi dan KBG di Paroki ini dibandingkan dengan wilayah pelayanan Paroki kota Banjarmasin memang berat, karena medan yang harus ditempuh cukup menantang, misalnya harus memakai Speed Boat kalau melayani ke Stasi Geronggang dan Sebuku, memakai Ferry kalau melayani Stasi Tarjun, Batu Ampar dan Batu Mulia. Sedangkan Stasi yang lain dan KBG masih satu daratan dengan Paroki. 
Sedangkan Uskup menegaskan bahwa wilayah pelayanan yang ada masih belum seberapa dibandingkan dengan wilayah pelayanan Paroki Ave Maria Tanjung, Tabalong dan Paroki St. Vincencius A Paulo Batulicin, karena kedua Paroki ini cukup luas daerah pelayanannya.
Dalam kesempatan itu juga Pastor Ekonom Keuskupan (Pastor Simon) memberikan gambaran mengenai keuangan Paroki maupun keuangan Pastoran. Dalam kesempatan itu Pastor Simon berharap ada tenaga On Time untuk mengerjakan laporan bulan. Karena suatu saat bila Pastornya di mutasikan laporan tetap berjalan dengan semestinya. Pastor Simon juga berharap laporan Kas Pastoran dan Paroki dibedakan dan dipisahkan dengan baik, karena sering terjadi pos yang harusnya masuk di keuangan Pastoran tapi masuk ke Paroki dan sebaliknya. Hal lain juga menjadi perhatian yaitu mengenai jenis laporan yang dikirim, berkaitan dengan keuangan tersebut. Stipendium dan Iurastole untuk Imam juga tidak luput menjadi perhatian Pastor ini, karena banyak Umat yang belum sepenuhnya memahami dan Pastor Paroki biasanya enggan dan nggak enak hati mau menyampaikan kepada umat yang dilayaninya. Stipendium adalah intensi dalam sakramen yang diminta oleh Umat, sedangkan Iurastole adalah intensi dalam ungkapan syukur, baik atas berkat rumah, kendaraan, benda rohani atau hal lain di luar upacara sakramen resmi Gereja. Hal ini menjadi catatan Pastor Simon terlebih besarnya rupiah Stipendium dan Iurastole yang diharapkan yaitu sebesar biaya makan satu hari.
Hadir dalam Misa, Ekonom dan Sekretaris Keuskupan
Mgr.Petrus Boddeng Timang, Pr, dalam berbagai kesempatan berkenaan dengan pertanyaan dan pernyataan Pengurus DPP, menyatakan kebijaksanaan dan kearifannya. Diantaranya Uskup mengungkapkan apresiasi yang besar kepada para Suster yang telah melayani di bidang pendidikan cukup lama di Kotabaru. Uskup juga berpesan bahwa saat ini tugas misi tidak hanya bagi Misionaris atau biarawan-biarawati, tetapi tugas misi adalah milik umat. Dalam seluruh aktifitas hidupnya semestinya meluangkan waktu untuk selalu mengenalkan Allah.
Dalam Misa Konselebrasi yang dilaksanakan pada hari Minggu, 28 April 2013, yang merupakan misa yang cukup meriah karena yang menjadi Konselebran utama adalah Uskup Keuskupan Banjarmasin dan sekaligus dihadiri Sekretaris dan Ekonom keuskupan. Uskup dalam Homilinya menegaskan bahwa tindakan kasih itu perlu adanya pengorbanan, umat Katolik yang telah dikasihi Allah sudah seharusnya meneladan tindakan kasih Allah tersebut. MIsa berlangsung khusuk dan damai sampai pukul 11.00 wita. Dengan berakhirnya misa Mgr. Timang langsung meluncur ke Paroki St. Vincentius A Paulo Batulicin.


Senin, 15 April 2013

ALLAH TRITUNGGAL


Inti pokok iman akan Allah Tritunggal ialah keyakinan bahwa Allah (Bapa) menyelamatkan manusia dalam Kristus (Putra) oleh Roh Kudus. Berbicara mengenai Allah Tritunggal, yaitu berbicara mengenai misteri Allah yang memberikan diri kepada manusia.
Mari kita mulai pengajaran dasar mengenai Allah Tritunggal (dimana kita bicara fakta sejarah keselamatan.

"Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam Kristus" (2Kor 5:19)
"Kasih Allah dicurahkan dalam hati kita oleh Roh Kudus yang dikaruniakan kepada kita" (Rm 5:5).
Mari kita perhatikan baik-baik dua ayat diatas, dimana Allah bertindak, dalam Kristus, dan oleh Roh Kudus. Jadi karya Kristus dan karya Roh Kudus, merupakan karya Allah. Gereja perdana yakin bahwa dalam diri Kristus, dan dalam karya Roh Kudus, karya keselamatan Allah terlaksana.
Dari uraian diatas, dengan singkat seluruh karya Allah ini dirumuskan dalam Efesus 1:3-14 dibawah ini :
" Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan — kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya — supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. Di dalam Dia kamu juga—karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya."
Kalau kita perhatikan dengan seksama, jelaslah bahwa yang melakukan karya keselamatan adalah Allah, yang disini disebut "Bapa Tuhan kita Yesus Kristus". Karya keselamatan itu secara konkret-historis terlaksana dalam Kristus.
Sebelum Rasul Paulus (penulis surat kepada Jemaat di Efesus) berbicara mengenai penebusan yang diperoleh karena salib Kristus, dikatakannya terlebih dahulu bahwa "dari semula", yaitu "sebelum dunia dijadikan " Allah sudah menetapkan rencana keselamatan itu "dalam Kristus". Kristus itu jalan keselamatan Allah menurut rencana semula. Sebagai inti karya Allah itu disebut pewahyuan rencana Allah dalam Kristus dan karya itu diteruskan oleh Roh Kudus yang merupakan "jaminan" kepenuhan penebusan pada akhir zaman.
Dari uraian diatas kita mengetahui, bahwa ajaran mengenai Allah Tritunggal bukanlah suatu Teori, yang diwahyukan secara lengkap oleh Yesus atau para rasul, melainkan rangkuman karya Allah yang dilaksanakan dalam Kristus dan Roh Kudus.

Minggu, 14 April 2013

DPP HARIAN TERPILIH


Kotabaru, 13-14 Maret 2013, Gereja Katolik St. Yusup Kotabaru melaksanakan pemilihan Pengurus Dewan Pastoral Paroki periode 2013-2016 ke depan. Dalam prosesi pemilihan kandidat yang dipilih adalah Bp. Alfonsus Soepedi, Bp. Yordanis Andria, Bp. Samuel, Bp. Issac Nugraha, Bp. FX. Toniadi, Bp.Agustinus SBY. Kegiatan yang sudah dirancang Panitia Pemilihan ini cukup berjalan dengan sukses. Keterlibatan umat dalam pemilihan cukup tinggi, hal ini bisa di lihat jumlah pemilih yang hadir saat Perayaan Ekaristi hari sabtu dan minggu saat pemilihan berlangsung. Dalam proses penghitungan suara, sebagian umat bertahan untuk melihat hasilnya. Saat-saat awal dua kandidat bersaing yaitu Bp. Yordanis Andria dan Bp. Issac Nugraha, namun setelah pertengahan hingga berakhir Bp. Yordanis bersaing dengan Bp. Fx. Toniadi. Setelah berakhirnya penghitungan suara Bp. Yordanis Andria mendapatkan kepercayaan umat dengan mendapatkan perolehan suara terbanyak disusul Bp. Toniadi, Bp. Alfonsus Soepedi, Bp. Bp. Agustinus SBY, Bp. Issac Nugraha dan Bp. Samuel.
Dalam wawancara dengan kandidat terpilih, Yordanis menyatakan ucapan terima kasihnya kepada umat karena mendapatkan dukungan untuk memimpin DPP Harian 3 tahun ke depan. Impian umat untuk pengurus baru terpenuhi sudah, karena seharusnya Pengurus DPP sudah harus terpilih pada tahun 2012 lalu(*red). Umat sangat berharap agar Pengurus DPP ke depan dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan perhatian akan kehidupan iman umat.
Profisiat Pengurus DPP Harian St. Yusup Kotabaru Kalsel 2013-2016